LOGIN ADMIN DINAS / OPERATOR
FOTO KETUA IGRA

Hj.YUYUN YUNINGSIH,S.Ag,M.Pd.I
NUPTK. 4137738640300063

Profil
Share This Articel on :

IGRA Dari Masa ke Masa

Pada akhir tahun 80-an, hampir di seluruh kabupaten/kota pada beberapa propinsi telah terbentuk organisasi profesi untuk guru RA dengan nama yang berbeda-beda. Misalnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, JawaTimur, Sulawesi Tenggara, DKI dengan nama IGRA.

Melihat perkembangan IGRA di kabupaten/kota di Jawa Barat yang semakin pesat maka muncullah satu gagasan, Ibu Dra.Hj. AtingNurhayati, Ketua IGRA Kota Bandung dan Ibu Dra. Hj. Ai Choiriyah, Ketua IGRA Kabupaten Bandung, mengundang ketua IGRA Kabupaten/Kota Se Jawa Barat, mengadakan musyawarah guna membentuk IGRA tingkat Wilayah di Jawa Barat. Gagasan ini terealisasi pada 5 Juli 1991, dengan terpilihnya Dra.Hj. AtingNurhayati sebagai ketua. Atas prestasi ini Ibu Ating dipromosikan menjadi staf Binrua yang menangani khusus masalah RA.
RA dan IGRA berkembang semakin pesat. Karena itulah diperlukan payung hukum tentang keberadaan RA. Lalu keluarlah Keputusan Menteri Agama RI No. 367 tahun 1993 tentang Raudhatul Athfal, Bab XI pasal 18 ayat 2 yang berbunyi :
“Pembinaan dan pengembangan tenaga pendidik dilakukan secara profesional melalui sistem pendidikan dalam jabatan dan pembentukan keikutsertaan dalam ikatan profesi program aIih tugas den promosi baik secara structural maupun fungsional.”

Pada tahun 1999, di Wisma Danamon Ciawi, diselenggarakan temu konsultasi, Perwanida yang digagas oleh Ibu Sri Harti, pegawai Departemen Agama RI yang memiliki perhatian besar pada RA. Pada saat sambutanHj. Noorjanah Malik Fajar, ketua Dharma Wanita Unit Departemen Agama RI, menginginkan perlunya dibentuk organisasi profesi guru dan penyelenggara RA. Semangat dan keinginan yang sama juga muncul dari tenaga kependidikan RA. Pada setiap kesempatan baik pada pertemuan resmi dan tidak resmi, mereka menginginkan agar kiprah dan perjuangan mereka diwadahi dalam lembaga profesi formal tingkat nasional.

Keinginan dan semangat guru-guru RA ini direspon dan di sikapi oleh unsur pejabat Departemen Agama RI dalam hal ini Direktur Mapenda Islam yang membidangi pendidikan RA IbuDra.Hj. Sri Harti,MM yang memang sangat perhatian terhadap pendidikan usia dini. Hal inilah yang mendasari beliau untuk mengadakan kegiatan Semiloka pengembangan RA yang didukung sepenuhnya oleh Direktur Mapenda Islam pada tahun 2002 di Ciawi Bogor, Diharapkan dengan semiloka ini dapat memfasilitasi keinginan guru-guru RA dimaksud untuk membentuk IGRA tingkat Nasional.  Secara representative peserta yang hadir memenuhi syarat untuk terbentuknya IGRA TK Pusat (Data terlampir).

Pada akhir-akhir acara semiloka ini benar-benar dimanfaatkan oleh peserta untuk membentuk IGRA tingkat Nasional. Akhirnya terjadi perdebatan yang panjang dan alot ketika tiba pada pembahasan tentang wilayah mana saja yang masuk dalam tim perumus. Dan pihak panitia menghendaki agar seluruh provinsi yang diwakili oleh peserta temu konsultasi masuk dalam tim perumus untuk menjaga keabsahan dan pembentukan ini, dan semua merasa bahwa itu milik bersama. Sebagian peserta merasa dari seluruh provinsi harus masuk menjadi tim perumus, akan tetapi karena waktu sudah menunjukan pukul 02.00 malam, maka akhirnya semua sepakat untuk mewakilkan kepada 7 wilayah yang di anggap representative dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia dan subhanallah, acara ini berjalan dengan penuh demokratis dan penuh tanggungj awab dari seluruh peserta dan tim perumus.

Pada saat itu terjadi pemilihan nama. Ada beberapa nama yang muncul, Ikatan Guru Raudhatul Athfal Indonesia (IGRAI) Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal Indonesia (KKRAI) dan IGRA Nasional atau PP IGRA. Pada saat itu disetujui dengan nama PP IGRA (Pengurus Pusat Ikatan Guru Raudhatul Athfal). Pada acara itu juga sekaligus dipilih Ketua PP IGRA untuk periode 2002-2007. Pada mulanya peserta menginginkan ketua dijabat oleh tim  DKI.  Tapi karena pada saat itu, utusan DKI bukan diwakili oleh ketua IGRA, maka kesempatan itu diberikan kepada Jawa Barat. Karena itulah dengan penuh tanggung jawab IbuDra Hj. Ai Choiriyah, bersedia menjadi ketua PP IGRA. Pada saat itu juga dibentuk pengurus pusat IGRA yang pada saat itu juga dilaksanakan pengesahan oleh Direktur Mapenda.

Rapat kerja pertama dilakukan di Lembang pada tanggal 6-7 Februari 2003 menghasilkan draft AD/ART. Pada LatihanDasar Kepemimpinan PP IGRA tanggal 20-21 September 2003 di RA Nurul Fajar Citayam, Bogor, disempurnakan AD/ART, program kerja, dan rincian tugas pengurus. Pada saat Temu Konsultasi Guru Raudhatul Athfal Nasional yang dilaksanakan di Pangrango Sukabumi tanggal 7 s/d 9 Oktober 2003 disahkan AD/ART oleh seluruh peserta.

Pertemuan itu sekaligus dijadikan Rapat Kerja Nasional kedua. Pada saat rapat kerja di Lembang Kab. Bandung  Jl. Mutiara II No. 9 tanggal 6 s.d. 7 Februari 2004  yang menghasilkan Program Kerja dan Peraturan Organisasi.

Setelah memiliki AD/ART, PP IGRA berkonsultasi dengan Direktur Mapenda pada tanggal 27 Februari 2003, untuk meminta pengesahan AD/ART dan SK PP. Namun Direktur Mapenda menyarankan agar organisasi ini menjadi independen dan disarankan melapor ke Departemen Dalam Negeri.

PP  IGRA akhirnya meminta pengesahan kenotaris dan keluarlah Akta Notaris pendirian IGRA Nomor 2. Pada Akta Notaris tercantum dewan pendiri : Drs. H Abdul Aziz MA, Drs. H. Abdul Kadir Jaelani dan Dra. Hj. Sri Hartati. Dan sebagai bukti diterimanya IGRA menjadi organisasi yang independen, sekarang IGRA telah terdaftar di Departemen Dalam Negeri RI dengan Nomor inventarisasi 47/D. INI/2004.

Setelah AD/ART mendapat pengesahan dari Mendagri, kami mengirimkan AD/ART dan menghimbau pembentukan IGRA di tiap provinsi melalui Kandepag. Beberapa IGRA propinsi telah merespon dan melaporkan kepengurusan dan telah diterbitkan SK-nya diantaranya :

  1. IGRA Provinsi Jawa Barat
  2. IGRA Provinsi Jawa Tengah
  3. IGRA Provinsi Nusa Tenggara Barat
  4. IGRA Provinsi Nusa Tenggara Timur
  5. IGRA Provinsi Lampung
  6. IGRA Provinsi Kalimantan Tengah

Atas persetujuan Dewan Pembina IGRA bahwa sekretariat pusat bertempat di Jawa Barat yaitu :

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana menurut anda tentang tampilan website ini?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup Bagus
Kurang Bagus

HASIL POLLING
PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA DINAS TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 93137 kali